Star Wars X-Wing My Interpersonale(The Next): Nasib Tokusatsu Di Indonesia

PPCIndoAtas

Senin, 24 Oktober 2011

Nasib Tokusatsu Di Indonesia

Selamat datang di post saya yang kedua dalam blog ini, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sedikit opini tentang Tokusatsu.
Mungkin nama Tokusatsu sudah tidak asing lagi di dengar apalagi yang sudah hobi dengan yang satu ini. Sebenarnya Tokusatsu berasal dari negara Jepang namun berhasil melaju ke Internasional dan popularitasnya setara dengan komik-komik superhero dari Amerika, yang sering kita dengar namanya mungkin adalah Kamen Rider yang berulang kali kita tonton ketika kita kecil, di Indonesia sendiri pernah tayang serial-serial Kamen Rider yang sering diputar hari Minggu pagi dahulu. Mungkin bagi orang yang awam tentang tokusatsu, akan berpikir tokusatsu itu untuk anak-anak, Ksatria Baja Hitam itulah ikon tokusatsu bagi orang-orang awam. Bagi yang hobi dengan hal satu ini pasti mengkoleksi segala macam yang berhubungan dengan Tokusatsu.

Tahukah anda bahwa budaya tokusatsu telah berhasil menginspirasi kreativitas-kreativitas orang Indonesia? Pernahkah mendengar nama-nama semacam Pocongman? Bornman? Ksatria Arahat? mungkin nama-nama itu terdengar asing sekaligus aneh di telinga kita. Bagi yang belum tahu mungkin saya akan sedikit mengenalkan....


POCONGMAN ini merupakan salah satu dari hasil karya JTOKUFILMS. Film ini merupakan konsep terobosan JTOKUFILMS melawan pembodohan masyarakat dengan horor, konsep ini mengemas horor dalam logika dan fiksi ilmiah. Setan itu logis, dan ilmiah. itulah yang ingin mereka sampaikan pada kita. aJika tertarik dengan film ini silahkabn kunjungi PocongMan
"Akulah jiwa yg tak pernah menyerah, Akulah jiwa yg ajarkan arti hidupmu... Akulah POCONGMAN..."



Borneo-man, The New Superhero from East Kalimantan
Superhero Indonesia yang lahir di tanah Kalimantan Timur
Bangkit demi melindungi hutan di tanah garis khatulistiwa
Untuk hutan
Untuk bumi
Untuk kehidupan
Bornman akan melindungi bumi pertiwi dengan seluruh jiwa dan raga dari ancaman apapun


Di atas adalah dua contoh tokusatsu Indonesia karya anak bangsa. Masih banyak tokusatsu-tokusatsu karya anak bangsa yang belum saya pajang disini, namun pad aintinya semua karya-karya ini patut diapresiasi, mulai dari kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi sebagai pendukung karya-karya bangsa kita sendiri? Mungkin pandangan yang selama ini beranggapan bahwa tokusatsu adalah budaya luar yang tidak bermanfaat dan hanya film anak-anak hendaknya dirubah. Tokusatsu telah menjadi satu genre dalam film yang patut untuk diperhitungkan mengingat fans tokusatsu yang sudah mendunia dan menjamah segala usia. Semua kembali pada pribadi masing-masing, tergantung kita menyikapinya, apakah sebagai hobi, sebagai bagian dari gaya hidup, ataupun kreatifitas, semuanya kita sendiri yang menilai. Akhir kata saya mohon maaf apabila ada kesalahan-kesalahan dari penulisan saya.

Terima Kasih, semoga membantu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar