Star Wars X-Wing My Interpersonale(The Next): Review Game: Bloody Roar

PPCIndoAtas

Kamis, 17 November 2011

Review Game: Bloody Roar

Selamat datang di post saya yang kesepuluh. Langsung saja saya akan sedikit mereview dan berbagi berita tentang game fighting lawas:  Bloody Roar.

Bloody Roar... Siapa yang tidak mengenal game fighting ini? Game ini mengingatkan kita pada jaman-jaman berjayanya console PSX dan PS2. Sebenarnya, game ini cukup sederhana dibandingkan game-game fighting lainnya. Namun yang membuat game ini cukup menarik adalah Beast Form.Beast Form adalah fitur dimana karakter kita bisa berubah menjadi binatang. Bloody Roar adalah satu-satunya game dengan fitur menarik ini. Gameplay-nya juga makin berkembang dari sekuel ke sekuel. Meskipun kombo dan motion tidak sekompleks game-game fighting lain seperti Tekken, Street Fighter, atau King Of Fighter.

 Poster Bloody Roar 4

Game ini dirilis pertama kali pada tahun 1997 oleh game developer “Hudson” yang menjadi terkenal sejak merilis game “Bomberman”. Bloody Roar yang pertama dirilis pada platform Arcade dan PSX. Karena kesuksesan game pertamanya, akhirnya dibuatlah sekuel nya yang kedua pada tahun 1999 masih pada dua platform yang sama yang diberi judul “Bloody Roar 2”. Dengan penggantian beberapa karakter yaitu Fox, Mitsuko, dan Greg yang digantikan oleh Stun, Shina, Busuzima, dan Shenlong. Kemudian di sekuel ketiganya Bloody Roar mulai merambah ke console yang lebih maju yakni PS2, tanpa melupakan Arcade tentu saja. Dirilis pada tahun 2000, “Bloody Roar 3” terkesan lebih modern karena menggunakan console baru, pengembangan grafis, dan penambahan karakter yang cukup banyak. Masih belum puas dengan “Bloody Roar 3” 2 tahun setelah merilis game tersebut Hudson merilis 2 sidestory sebelum merilis sekuel berikutnya, Sidestory pertama dirilis pada console GameCube dengan judul “Bloody Roar: Primal Fury”. Sidestory yang kedua dirilis pada console Xbox dengan judul “Bloody Roar: Extreme”. 2 Sidestory ini menampilkan karakter istimewa yaitu Cronos, dan Ganesha yang hanya bisa dimainkan pada dua sidestory ini saja. Pada tahun 2003 Hudson kembali merilis sekuel Bloody Roar. Game ini mengalami perkembangan yang cukup bagus dari segi gameplay, kenapa? Karena disini ada Career Mode yang tidak ada pada game-game sebelumnya. Ditambah kombo yang semakin bervariasi dan berbeda pada tiap karakter. Sayang setelah rilisnya gameBloody Roar 4” Hudson tidak pernah merilis sekuel dari game ini lagi. Disini saya juga akan sedikit mereview beberapa karakter Bloody Roar.

Yugo Ogami
Karakter ini merupakan tokoh utama yang selalu muncul di setiap seri Bloody Roar. Yugo berfokus pada kekuatan pukulan, combo antara pukulan dan beast button membuat Yugo cukup mudah untuk dimainkan. Yugo adalah salah satu karakter favorit saya. Beast Form yang dimilikinya adalah serigala.



 
Bakuryu / Kenji Ogami
Sama seperti Yugo karakter ini selalu muncul di tiap seri Bloody Roar. Namun mulai Bloody Roar 2 sampai seterusnya, peran Bakuryu digantikan oleh Kenji Ogami yang menggunakan nama samaran Bakuryu. Bakuryu cukup mudah untuk dimainkan. Bakuryu dapat menipu musuhnya dengan cepat kemudian menyerang dengan kombo yang mematikan antara pukulan, tendangan, maupun beast button. Beast Form  yang dimilikinya adalah tikus tanah.

 
Long Shin
Long juga karakter yang selalu muncul di tiap seri Bloody Roar. Karakter ini difavoritkan oleh hampir semua pemain, kenapa? Ya karena pukulan beruntun yang dimiliki Long sangat efektif dalam menyerang, ditambah lagi gaya permainan Long yang tidak terlalu cepat namun tidak terlalu lambat. Kombo yang dimilikinya juga mudah untuk dilakukan menjadikan Long cukup efektif untuk melawan siapa saja. Beast Form yang dimilikinya adalah harimau.

 
Xion
Berbeda dengan 3 karakter yang saya sebutkan sebelumnya, karakter ini baru muncul di seri “Bloody Roar 3”. Xion muncul sebagai karakter boss di “Bloody Roar 3”. Kombonya lebih fokus pada tendangan dan Beast Button. Xion memiliki Beast Form yang unik yaitu The Unborn, binatang yang belum pernah lahir.


Uranus
Uranus muncul pertama kali di seri “Bloody Roar 3” sebagai secret boss. Uranus memiliki kombo yang berat, namun ketika memasuki Hyper Beast Form kombo Uranus menjadi ringan. Karena Hyper Beast Form-nya berbentuk manusia namun dengan Beast Button spesial. Beast Form yang dimilikinya adalah Chimera, binatang dari mitologi Yunani.

 
Itulah sedikit review saya tentang beberapa karakter yang ada di Bloody Roar, mohon maaf apabila ada karakter favorit anda yang belum sempat saya bahas. Mungkin untuk karakter,  akan saya review lebih dalam lagi di lain kesempatan.

Belakangan ada isu yang menyebutkan bahwa Bloody Roar 5 sedang diproduksi dan akan dirilis pada tahun 2012 untuk console Next-Gen. Cukup senang saya mendengar berita ini. Namun sayangnya berita ini hanya hoax, yang disebarkan di Twitter oleh account palsu. Cukup mengecewakan memang, mengingat banyak para fans Bloody Roar yang sudah menunggu sekuel berikutnya. Pada bulan Februari lalu game developer dari Bloody Roar “Hudson North America” resmi ditutup. Namun Hudson yang di Jepang, tidak ditutup melainkan telah dibeli oleh game developer lain yaitu Konami. Hudson yang di Jepang ini, akan berfokus untuk mengambangkan social games saja. Jadi kesimpulannya “Bloody Roar 5” tidak akan dirilis oleh “Hudson” lagi. Sayang sekali Bloody Roar harus berakhir seperti ini padahal game ini cukup memiliki banyak fans diluar sana. “Waiting for sponsors to promote their new game for the next generation consoles but lacking financial push and marketing.” Itulah sebuah kutipan kalimat yang saya ambil dari Wikipedia untuk game ini. Miris nasib Yugo, Long, Bakuryu, dan kawan-kawan harus berakhir seperti ini. Tapi apapun nasib game ini tidak berarti saya menjadi memandang rendah terhadap game ini. Apapun nasibnya, saya akan tetap menunggu Game Developer lain untuk melanjutkan progress dari game ini. Akhir kata saya mohon maaf apabila ada kekurangan dari tulisan saya.

Terima Kasih, Semoga Membantu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar