Star Wars X-Wing My Interpersonale(The Next): Amerika Hibahkan F-16 Ke Indonesia, Efektif? Efisien?

PPCIndoAtas

Minggu, 11 Desember 2011

Amerika Hibahkan F-16 Ke Indonesia, Efektif? Efisien?

Selamat datang di post saya yang ke-20, kali ini saya akan berusaha menyampaikan pendapat singkat saya terkait berita tentang penghibahan 24 unit pesawat tempur F-16 oleh Amerika Serikat untuk negara kita.
 
F-16 yang berjajar membentuk formasi
Berita ini saya peroleh dari voanews.com yang mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menghibahkan pesawat F-16 nya sebanyak 24 Unit kepada Indonesia. Apa alasannya? Pemerintah Amerika Serikat sendiri sebelumnya pernah mengatakan akan menghibahkan pesawat-pesawatnya kepada negara-negara yang memang membutuhkan untuk kepentingan militer. Namun, proses peremajaan pesawat-pesawat tersebut akan dibiayai oleh Indonesia.  Pihak Indonesia sampai sekarang masih merundingkan harga yang tepat untuk proses peremajaan pesawat-pesawat tersebut. Pihak Indonesia membantah jika pesawat yang dihibahkan oleh Amerika Serikat adalah rongsokan. Mereka percaya bahwa setelah mengalami peremajaan selama 3 tahun, pesawat-pesawat tersebut akan mampu dioperasikan selama 20 tahun dengan perkiraan jam terbang selama 4.000 jam di udara.

F-16 Siap Terbang
Menurut saya, keputusan yang diambil pihak Indonesia cukup tepat. Kenapa? Karena menurut saya selama negara kita dapat menghemat biaya seminim mungkin kita dapat semakin memajukan negara. Dengan keputusan tersebut Pemerintah telah meminimalisir biaya pengeluaran dari segi pertahanan dan keamanan. Karena dengan uang yang sama, Pemerintah hanya akan mendapatkan 6 buah pesawat baru untuk dibeli. Tidak apalah kita menerima hibah selama hal itu juga bermanfaat bagi kita. Namun apakah kebutuhan kita akan pertahanan dan kemanan tersebut memang urgent? Hal itulah yang selama ini membuat saya sempat bingung. Apakah uang yang dihabiskan Pemerintah untuk meremajakan pesawat-pesawat hibahan tersbut, benar-benar berguna?

F-16 yang terbang tanpa membentuk formasi
Saya rasa kebutuhan kita dalam bidang tersebut masih belum terlalu urgent. Kenapa harus menggunakan seluruh hibahan tersebut? Menurut saya, lebih baik kita menggunakan hibahan tersebut seperlunya saja. Contoh, kita remajakan beberapa pesawat saja yang kita butuhkan. Mungkin setengah dari jumlah seluruh pesawat yang dihibahkan sudah cukup. Sisanya bisa disimpan saja untuk keperluan kedepannya. Jadi jika kita memang membutuhkan unit tambahan kita bisa urus sisanya, jika kita memang tidak memerlukan unit tambahan kita tidak perlu mengurus proses “pemolesan” pesawat tambahan tersebut. Dengan begitu kita dapat membuat dana negara lebih efektif dan efisien.

F-16 yang menembakkan roket
Yang saya takutkan disini adalah bisa saja Amerika Serikat meng-embargo spare parts pesawat-pesawat tersebut. Selain itu pesawat dengan model F-16 juga dianggap telah “ketinggalan jaman”, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya negara-negara di dunia yang mulai mengganti pesawat jenis ini dengan pesawat lain. Masalah lain yang sudah jelas terlihat adalah, kembali pada masalah dana, yang menghabiskan cukup banyak biaya upgrade, biaya yang dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp 6,7 Triliun. Coba gunakan biaya tersebut untuk bidang lain di negara kita yang memang sangat dibutuhkan, seperti pembangunan, pendidikan, ataupun kesehatan. Dan hal lain yang perlu diperhatikan disini adalah ke-transparanan Pemerintah dalam pengolahan dana terkait peremajaan pesawat-pesawat hibahan tersebut. Sekian opini singkat yang dapat saya berikan.

Terima Kasih, Semoga Membantu

9 komentar:

  1. lumayan dong, hemat RAPBN =D

    BalasHapus
  2. IMO hemat sih hemat gan... tapi apa ya gak berlebihan kalau semua dananya langsung dihabiskan untuk dana peremajaan 24 pesawat...

    BalasHapus
  3. buat keren-kerenan mungkin...

    BalasHapus
  4. indonesia benar2 mudah dibodohi....
    ==

    BalasHapus
  5. kan pemerintah berpikir negaranya 'kaya' jadi menghambur-hamburkan uang

    BalasHapus
  6. paling yow pesawat second seng dihibahno....

    atau kalau gak gitu seng rosok an, kate rusak..

    delok en ae mene lak onok seng lugur

    BalasHapus
  7. pemerintah tidak berpikir jauh, mentang-mentang "murah" langsung maen sikat.... apapun itu, semoga pemerintah melakukan keputusan yang terbaik, dan mau melakukannya secara transparan

    BalasHapus
  8. wahh,, selalu dapat barang second , misris sekali negeri ini v.v

    BalasHapus