Star Wars X-Wing My Interpersonale(The Next): Pandangan Saya Mengenai Taman Remaja Surabaya

PPCIndoAtas

Jumat, 16 Desember 2011

Pandangan Saya Mengenai Taman Remaja Surabaya

Selamat datang pada posting saya yang ke-22. Berhubung sudah cukup lama saya tidak memberikan sebuah bahasan tentang tempat, maka kali ini saya akan membahas dan memberikan pandangan saya tentang sebuah tempat. Tempat yang bagi orang Surabaya tidak asing lagi, yaitu Taman Remaja Surabaya.

Foto Pintu Masuk Depan TRS
            Taman Remaja Surabaya (TRS) merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga terbesar di kota Surabaya. Tempat ini sudah berdiri sejak sekitar 30 tahun yang lalu. TRS mengusung tema one stop entertainment, yang meliputi 24 wahana permainan anak-anak dan dewasa, juga tersedia 5 outlet makanan dan minuman.Tidak hanya itu saja, TRS juga menyediakan 2 panggung hiburan yaitu panggung utama dan panggung garuda, dimana live music selalu disediakan oleh pihak TRS hampir setiap hari. Saya rasa hampir semua orang Surabaya pasti pernah mengunjungi tempat ini, karena dulu tempat ini cukup terkenal bahkan sampai keluar kota.

            Dulu, TRS merupakan tempat hiburan yang cocok bagi anak-anak maupun orang-orang dewasa disamping hiburannya yang menarik, tiket masuknya juga tidak terlalu mahal. Namun menurut saya sekarang tempat ini berubah, tidak seperti dulu lagi. Jika dulu TRS menjadi tempat yang tepat bagi semua kalangan, sekarang saya melihat TRS sebagai tempat yang kurang menyenangkan. Kenapa? Dari namanya saja TRS (Taman Remaja Surabaya), tapi kenapa diwaktu malam minggu ketika saya berkunjung, saya jarang sekali melihat ada remaja disana. Saya waktu itu hampir tidak melihat ada remaja, mungkin remaja-remaja sekarang lebih memilih untuk ke mall, bioskop, atau taman kota. Tidak hanya remaja sebenarnya, tapi saya juga melihat turunnya jumlah pengunjung dibandingkan dulu. Pengunjungnya yang dulu sampai membentuk antrian yang panjang ketika mau masuk, sekarang sudah mulai sepi.

            Menurut saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah pengunjung di TRS ini. Yang pertama adalah faktor pengelolaan wahana. Pengelolaan wahana disini sebenarnya sudah baik, akan tetapi yang jadi masalah disini adalah pembaruan wahana. Memang benar TRS sudah cukup sering memperbarui wahananya, akan tetapi hal itu dilakukan dengan jangka waktu yang relatif lama, sehingga rata-rata pengunjung sudah mencoba semuanya dan akhirnya bosan. Kemudian hal lain yang masih menyangkut tentang faktor pengelolaan wahana adalah mungkin terlalu banyaknya wahana yang difokuskan untuk anak-anak, saya rasa hal inilah yang mungkin membuat remaja-remaja tidak memilih TRS sebagai tempat yang mereka tuju.

Tele Combat salah satu wahana favorit di TRS
            Yang kedua adalah faktor harga. Yang saya maksudkan disini bukanlah harga tiket masuk, harga tiket masuk disini relatif murah yaitu sekitar Rp 8.000 - 10.000. Yang saya maksud disini adalah harga ketika kita ingin mencoba suatu wahana. Harga per wahana cukup beragam, mulai Rp 5000-10.000. Harga yang sebenarnya biasa saja jika kita memang tidak terlalu banyak mencoba wahana-wahana yang ada disana. Namun ketika kita ingin mencoba paket yang non-stop atau sepuasnya harganya cukup mahal, sekitar Rp 60.000 ke atas. Harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan taman bermain sejenis lainnya. Mungkin hal ini jugalah yang menjadi pertimbangan remaja-remaja saat ini, mereka lebih memilih nonton di bioskop yang mungkin harganya hanya sekitar Rp 25.000-an.

            Yang ketiga adalah faktor fasilitas umum. Fasilitas sebenarnya bisa diartikan cukup luas., namun disini saya fokus untuk fasilitas umum yang diluar wahana. Seperti toiletnya yang kurang bersih, hal ini cukup sepele sebenarnya namun dapat berdampak cukup besar bagi suatu tempat rekreasi. Kemudian juga tempat duduk yang sudah mulai ada yang rusak. Hal ini perlu diperbaiki segera, karena pastinya orang-orang juga cepat lelah apabila jalan-jalan ditempat rekreasi seperti ini.

            Menurut saya ketiga faktor tersebut yang membuat TRS sekarang turun pengunjung. Namun terlepas dari itu semua saya sangat salut terhadap TRS yang masih tetap kokoh berdiri sejak 30 tahun yang lalu. Saya juga apresiasi karena TRS sering menampilkan penampilan-penampilan tentang kebudayaan yang cukup menarik. Di TRS juga terdapat banyak tong sampah, hal ini menandakan bahwa pihak TRS masih peduli terhadap kebersihan lingkungannya namun terkadang justru orang-orang yang kurang sadar malah membuang sampah sembarangan padahal sudah disediakan begitu banyak tong sampah disana. Selain itu biasanya di akhir semester TRS selalu mengadakan event tiket gratis bagi yang berprestasi, jadi yang mendapatkan ranking di sekolahnya bisa masuk dan bermain wahana secara cuma-cuma. Masih banyak hal positif tentang TRS yang belum sempat saya ceritakan. Yang jelas saya berharap bahwa TRS dapat memperbaiki kekurangan-kekurangannya dan menjadi salah satu tempat rekreasi terbaik di Indonesia. Sekian pendapat singkat dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf.

Terima Kasih, Semoga Membantu

10 komentar:

  1. jelas, dijaman dimana hiburan semakin maju, TRS yang tidak dikembangkan dapat dipastikan mati...
    Btul tidak ?

    BalasHapus
  2. kalah dengan Trans Studio dan playground2 modern lainnya

    BalasHapus
  3. wah kasian juga Surabaya kalo sampe tutup, ga ada playground modernnya --

    BalasHapus
  4. Ini playground udah ngk modern lagi, tas..
    Dari jaman aku masih kecil sampe sekarang kayaknya nggak ada yg berubah banget.

    BalasHapus
  5. TRS tuh kebanggaan loh... Tapi kurang wah aja.. terakhir kesana pas perpisahan smp hahahah.... besok-besok kesana ah...

    BalasHapus
  6. kurang pembaruan, mungkin terhambat dana dan lahan yang sempit juga --?

    BalasHapus
  7. Terakhir kesana waktu poto2 buku tahunan SMA,,,hehehehe

    btw...Diskusi tentang Sondang Hutagalung yuukk.......
    http://sellawahyu.blogspot.com/2011/12/sondang-hutagalung-martir-demokrasi.html

    BalasHapus
  8. Sayangnya saat ini di TRS sudah tidak ada lagi permainan2 ketangkasan yang menarik seperti masa kecil kita dulu, yang hadiahnya pun sangat beragam dan menjadi hiburan yang murah meriah bagi keluarga....kenapa ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin dihilangkan karena terkesan seperti judi, saya sendiri juga melihat kalo sebenernya itu adalah salah satu daya tarik dari TRS sendiri. Sangat disayangkan sebenarnya..... Semoga kedepannya ada hiburan keluarga lain yang sama menarik dan murahnya

      Hapus